GetfullappsGetfullapps
Bahasa
EnglishBahasa IndonesiaTürkçePolskiไทยTiếng Việt
All-In-One Offline Maps

All-In-One Offline Maps

oleh Psyberia

4,7

Keamanan
100% Safe
Kategori
Peta & Navigasi
Rating
4,7
Harga
Free
Unduh
10.00M

Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.

Tangkapan Layar

All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps
All-In-One Offline Maps

Analisis oleh Getfullapps

Saat menyiapkan perjalanan, saya membedakan dua hal: apakah peta akan terbuka tanpa internet dan apakah saya memerlukan informasi yang terus berubah. All-In-One Offline Maps dari Psyberia lebih menarik untuk kebutuhan pertama. Saya akan menyiapkan wilayah yang perlu dilihat sebelumnya, lalu mengandalkannya sebagai referensi ketika koneksi melemah—bukan mengharapkannya menggantikan seluruh fungsi navigasi daring.

Untuk perjalanan yang melibatkan banyak pemberhentian, saya biasanya mulai dengan menandai kebutuhan praktis: tempat turun, penginapan, tujuan utama, dan jalur pulang yang mungkin berbeda. Cara ini membantu saya memilih cakupan peta yang masuk akal, bukan sekadar mengunduh wilayah luas tanpa rencana. Nilai aplikasi ini paling terasa ketika persiapan peta sudah menjadi bagian dari rencana perjalanan, bukan pekerjaan mendadak di pinggir jalan.

Sebagai aplikasi peta dan navigasi, All-In-One Offline Maps tersedia gratis dan ditujukan untuk pengguna umum dengan rating usia 3+. Aplikasi ini memiliki rata-rata 4,7 dari sekitar 60 ribu penilaian dan telah dipasang lebih dari 10 juta kali. Saya melihat angka-angka itu sebagai tanda bahwa banyak orang mencari peta yang bisa dipakai di luar jangkauan koneksi, tetapi pengalaman yang cocok tetap bergantung pada cara masing-masing orang bepergian.

Menyiapkan peta untuk perjalanan nyata

Alur yang paling masuk akal dimulai sebelum berangkat. Saya tidak akan memperlakukan aplikasi ini seperti peta online yang bisa langsung dibuka lalu dibiarkan mengurus semuanya. Kekuatan utamanya justru ada pada persiapan. Tentukan dulu wilayah yang akan dilewati, buka area tersebut, lalu pastikan bagian peta yang penting sudah tersedia ketika perangkat masih memiliki koneksi.

Langkah ini terdengar sepele, tetapi sering menjadi pembeda antara perjalanan yang lancar dan perjalanan yang penuh berhenti mendadak. Jangan hanya menyimpan titik tujuan akhir. Jika perjalanan melewati beberapa kota, jalan alternatif, atau area yang mungkin membuat Anda memutar, siapkan koridor perjalanan yang lebih luas. Saya juga menyarankan menyertakan area di sekitar penginapan, stasiun, terminal, atau tempat pertemuan, karena bagian-bagian kecil inilah yang biasanya dibutuhkan setelah turun dari kendaraan.

Di sini terlihat perbedaan penting dibandingkan aplikasi peta online yang umum. Layanan online biasanya unggul dalam informasi yang berubah cepat, seperti kondisi lalu lintas atau tempat usaha terbaru. All-In-One Offline Maps lebih cocok ketika kebutuhan utama saya adalah memiliki peta yang tetap dapat dibuka tanpa koneksi. Jadi, saya tidak memilihnya untuk menggantikan semua aplikasi navigasi, melainkan untuk menutup celah yang ditinggalkan koneksi internet.

Persiapan juga perlu dilakukan dengan sedikit disiplin penyimpanan. Area yang terlalu luas tentu lebih berat untuk disiapkan dan dikelola. Untuk perjalanan singkat, saya akan memilih wilayah inti terlebih dahulu, kemudian memperluasnya hanya jika rute memang membutuhkan. Cara ini membuat proses lebih terarah dan mengurangi kebiasaan mengunduh segala sesuatu tanpa tahu apakah akan digunakan.

Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Kecepatan terasa bergantung pada persiapan

Saya tidak menilai kecepatan aplikasi peta offline hanya dari seberapa cepat layar pertama kali terbuka. Yang lebih penting dalam perjalanan adalah apakah area yang diperlukan sudah tersedia sebelum koneksi hilang. Saat peta telah disiapkan, saya tidak perlu menunggu data wilayah dimuat melalui jaringan pada momen yang kurang tepat. Sebaliknya, jika saya baru mencari atau menyiapkan area ketika sinyal sudah buruk, proses itu tentu tidak bisa diandalkan sebagai jalan pintas.

Karena itu, saya menyarankan menguji rencana saat masih di rumah: buka wilayah tujuan, perbesar bagian yang akan dipakai, lalu pastikan jalur dan lingkungan sekitarnya tercakup. Ini juga memberi kesempatan untuk memahami cara kerja tampilan sebelum perhatian terbagi oleh lalu lintas, barang bawaan, atau teman seperjalanan yang menunggu.

Membaca peta sebelum berada di jalan

Salah satu kebiasaan yang menurut saya sangat berguna adalah memeriksa peta ketika masih berada di rumah atau di tempat dengan koneksi baik. Saya melihat jalur utama, jalan masuk ke lokasi tujuan, serta kemungkinan titik yang membingungkan. Dengan begitu, peta offline bukan sekadar cadangan darurat, tetapi menjadi alat untuk memahami bentuk perjalanan sebelum saya menjalankannya.

Untuk pendaki, pengendara sepeda, fotografer, atau orang yang sering masuk ke daerah terpencil, cara berpikir ini lebih penting daripada sekadar mencari alamat. Mereka perlu mengetahui hubungan antarwilayah, bukan hanya menekan tombol menuju tujuan. Peta yang sudah tersedia di perangkat dapat membantu orientasi ketika layar tidak bisa mengambil data baru dari internet.

Namun, saya tidak akan menganggap peta offline sebagai pengganti penilaian di lapangan. Kondisi jalan dapat berubah, papan petunjuk bisa lebih relevan daripada garis di layar, dan jalur yang tampak jelas belum tentu nyaman dilalui. Gunakan aplikasi untuk membantu membaca posisi dan arah, bukan sebagai jaminan bahwa setiap jalur selalu terbuka atau cocok untuk kendaraan tertentu.

Alur penggunaan saat koneksi mulai hilang

Setelah area disiapkan, penggunaan sehari-hari terasa cukup langsung. Saya membuka peta, mencari posisi atau tujuan yang relevan, lalu memakai tampilan tersebut untuk menjaga orientasi. Saat koneksi melemah, manfaat terbesar bukan pada keajaiban navigasi otomatis, melainkan pada kenyataan bahwa informasi dasar tentang wilayah masih dapat saya lihat.

Dalam skenario nyata, bayangkan saya tiba di kota baru setelah perjalanan panjang. Ponsel masih menyala, tetapi jaringan tidak konsisten. Saya perlu menemukan penginapan yang berada di jalan kecil, lalu berjalan dari tempat turun kendaraan. Dengan peta yang sudah disiapkan, saya dapat melihat hubungan antara jalan utama dan tujuan tanpa harus menunggu setiap bagian layar dimuat ulang. Jika saya keluar jalur, saya masih bisa membandingkan posisi dengan bentuk jalan di sekitar.

Hasil seperti ini sangat membantu ketika saya tidak ingin terus-menerus menghabiskan baterai untuk mencoba memuat ulang data. Saya juga tidak perlu menyerahkan seluruh keputusan kepada suara atau instruksi belokan. Bagi saya, kemampuan melihat konteks sekitar sering lebih berguna daripada arahan singkat yang hanya menyebut belokan berikutnya.

Meski begitu, pengguna baru sebaiknya tidak menunggu sampai berada di daerah tanpa sinyal untuk mencoba aplikasi ini. Kenali dulu cara mencari lokasi, memperbesar tampilan, dan berpindah antarbagian peta ketika masih online. Jika semua dilakukan untuk pertama kali di jalan yang asing, friksi kecil pada antarmuka bisa terasa jauh lebih besar.

Serah-terima antara aplikasi, perangkat, dan keputusan saya

Editorial yang saya anggap penting dari aplikasi seperti ini adalah adanya beberapa serah-terima dalam perjalanan. Rencana awal mungkin dibuat di aplikasi lain, alamat bisa datang dari pesan teman, dan keputusan terakhir tetap harus dibuat oleh saya di lapangan. All-In-One Offline Maps berada di tengah alur itu sebagai lapisan referensi geografis.

Contohnya, saya bisa menerima nama tempat dari percakapan, mencarinya saat koneksi tersedia, lalu menyiapkan area di sekitarnya. Setelah tiba, saya tidak harus terus kembali ke sumber pesan tersebut hanya untuk memahami posisi. Peta offline membantu mengubah informasi yang awalnya berupa alamat menjadi gambaran ruang: jalan mana yang terhubung, bagian mana yang harus dilewati, dan apakah tujuan berada di sisi wilayah yang berbeda.

Serah-terima lain terjadi ketika saya berpindah dari kendaraan ke berjalan kaki. Aplikasi navigasi biasa sering sangat kuat untuk perjalanan dari titik A ke titik B, tetapi kebutuhan saya berubah setelah turun. Saya tidak lagi hanya mengikuti rute kendaraan; saya perlu memahami gang, jalan kecil, atau orientasi bangunan. Pada tahap ini, tampilan peta yang sudah tersedia dapat menjadi pegangan yang lebih tenang.

Tips yang tidak langsung terlihat: siapkan peta berdasarkan seluruh rangkaian aktivitas, bukan hanya tujuan utama. Jika saya berencana mengunjungi pasar, berpindah ke penginapan, lalu menuju titik keberangkatan, saya akan memikirkan ketiganya sebagai satu area kerja. Ini mengurangi risiko menemukan bahwa tujuan kedua justru berada di luar bagian peta yang sempat disiapkan.

Saat banyak tujuan membuat persiapan lebih rumit

Perjalanan dengan beberapa pemberhentian menuntut sedikit perencanaan tambahan. Saya akan membayangkan rute dari awal sampai akhir, termasuk lokasi untuk makan atau bertemu orang, lalu memeriksa apakah semua titik itu berada dalam cakupan yang sudah disiapkan. Ini lebih berguna daripada baru menyadari ada bagian yang belum tersedia saat kendaraan sudah menjauh dari jaringan yang baik.

Jika rencana berubah, saya tidak menganggap peta yang sudah disiapkan otomatis menjawab kebutuhan baru. Saya akan memeriksa batas wilayah yang tersedia ketika koneksi masih ada dan menyiapkan kemungkinan alternatif sebelum berangkat. Kebiasaan kecil ini membuat aplikasi lebih berguna sebagai alat antisipasi, sekaligus mengingatkan bahwa peta offline tidak bisa mengambil informasi baru hanya karena tujuan mendadak berubah.

Kapan aplikasi ini lebih baik daripada pilihan biasa

Saya akan memilih All-In-One Offline Maps ketika koneksi merupakan risiko utama. Perjalanan lintas daerah, eksplorasi alam, area dengan jaringan tidak merata, atau situasi ketika biaya dan kestabilan data menjadi pertimbangan adalah contoh yang jelas. Pengguna yang suka merencanakan rute dengan tenang juga akan mendapat manfaat, karena persiapan offline mendorong kita memahami wilayah sebelum berangkat.

Sebaliknya, aplikasi ini bukan pilihan tunggal terbaik untuk orang yang membutuhkan informasi lalu lintas langsung, perubahan rute secara otomatis berdasarkan kemacetan, atau data tempat usaha yang selalu diperbarui. Untuk kebutuhan komuter harian di kota dengan koneksi kuat, aplikasi peta online yang sudah biasa dipakai mungkin terasa lebih praktis. Saya akan memakai keduanya bila perlu: satu untuk informasi langsung, satu lagi sebagai cadangan peta yang tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan.

Perbandingan ini juga menjelaskan mengapa label “all-in-one” tidak seharusnya dibaca sebagai solusi mutlak untuk semua situasi. Aplikasi ini mengumpulkan fungsi peta offline dalam satu tempat, tetapi kebutuhan navigasi modern sangat beragam. Informasi real-time, pencarian bisnis, kondisi jalan, dan petunjuk suara memiliki tuntutan berbeda dari sekadar akses peta tanpa internet.

Ketahanan saat digunakan dalam waktu lama

Ketika saya memakai peta berulang kali dalam satu hari, cara menjaga alur tetap sederhana adalah membatasi persiapan pada wilayah yang relevan dan memeriksa titik penting sebelum mulai bergerak. Penggunaan yang berat biasanya bukan satu pencarian, melainkan rangkaian: membuka peta, berpindah di antara beberapa area, lalu mengubah rencana. Dengan memikirkan cakupan lebih awal, saya mengurangi kebutuhan untuk berhenti dan menyelesaikan persoalan persiapan di tengah aktivitas.

Saya juga tidak akan menyamakan peta yang masih terlihat dengan informasi yang pasti paling baru. Akses offline membantu menjaga referensi wilayah, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan kondisi aktual. Untuk perjalanan yang sangat bergantung pada perubahan akses jalan atau pembaruan langsung, saya akan mempertahankan aplikasi online sebagai pelengkap ketika jaringan tersedia.

Fitur yang terasa kuat dalam penggunaan nyata

Kekuatan pertama adalah rasa aman ketika saya tahu area penting sudah disiapkan. Saya tidak perlu menebak apakah layar akan berhasil memuat peta pada saat paling tidak nyaman. Kekuatan kedua adalah fleksibilitas penggunaan untuk berbagai jenis perjalanan, karena kebutuhan peta tidak selalu sama antara wisata kota, perjalanan darat, dan aktivitas di area yang lebih sepi.

Kekuatan ketiga adalah cara aplikasi ini mendorong kebiasaan navigasi yang lebih mandiri. Saya tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi belajar membaca hubungan antarjalan dan posisi relatif. Bagi saya, ini merupakan manfaat yang sering tidak terlihat dari deskripsi singkat aplikasi. Peta offline yang baik bukan hanya menyelamatkan koneksi; ia juga mengurangi ketergantungan pada arahan yang terlalu sempit.

Versi yang tercantum saat ini adalah 3.18c, sementara aplikasi ini sudah hadir sejak 19 April 2013. Dukungan sistem minimumnya tercatat mulai Android 2.1, sehingga jangkauannya sangat luas. Namun, perangkat lama tetap perlu dipertimbangkan secara praktis: pengalaman membuka peta, mengelola penyimpanan, dan berpindah tampilan dapat berbeda dibandingkan perangkat yang lebih baru.

Perangkat lama dan batas kenyamanan

Dukungan untuk sistem yang sudah lama memberi lebih banyak orang kesempatan untuk mencoba aplikasi ini, tetapi persyaratan minimum bukan jaminan bahwa setiap perangkat terasa sama nyaman. Pada ponsel dengan ruang penyimpanan terbatas, saya akan lebih cermat memilih wilayah yang perlu disiapkan dan menghindari menyimpan cakupan yang tidak ada gunanya untuk perjalanan tersebut. Ini bukan soal mengejar angka performa tertentu, melainkan menjaga agar ruang perangkat tetap tersedia untuk kebutuhan lain.

Jika tampilan terasa lambat atau pengelolaan peta terasa merepotkan pada perangkat tertentu, saya akan mulai dengan mempersempit wilayah yang dibutuhkan dan mencoba alur di rumah. Bila kebutuhan utama saya justru petunjuk dinamis yang terus diperbarui, perangkat atau aplikasi peta online yang biasa dipakai mungkin menjadi pilihan lebih nyaman. Aplikasi ini paling masuk akal ketika prioritasnya adalah ketersediaan peta, bukan kelengkapan layanan langsung.

Bagian yang bisa membuat alur tersendat

Friction pertama muncul sebelum perjalanan, yaitu kebutuhan untuk mengingat proses persiapan. Pengguna yang terbiasa mengandalkan internet mungkin membuka aplikasi tepat ketika sudah berada di jalan, lalu kecewa jika area yang diperlukan belum disiapkan. Ini bukan kegagalan fungsi, tetapi konsekuensi dari model offline: manfaatnya bergantung pada tindakan yang dilakukan sebelumnya.

Friction kedua adalah pengelolaan cakupan. Menyiapkan area terlalu kecil membuat saya kehilangan bagian rute yang ternyata dibutuhkan. Menyiapkan area terlalu besar dapat membuat proses terasa kurang efisien dan menyulitkan saya menentukan mana yang benar-benar penting. Solusi paling realistis adalah membagi persiapan berdasarkan tahap perjalanan, lalu memeriksa batasnya sebelum meninggalkan koneksi.

Friction ketiga berkaitan dengan harapan pengguna. Jika saya mengira aplikasi offline akan selalu memberikan semua pembaruan yang biasanya tersedia pada layanan online, saya akan merasa kurang puas. Peta yang tersimpan sangat berguna untuk orientasi, tetapi saya tetap harus memakai penilaian sendiri terhadap penutupan jalan, perubahan akses, dan kondisi aktual di lapangan.

Ada pula pembelian dalam aplikasi dengan kisaran harga sekitar Rp68 ribu hingga Rp499 ribu per item. Karena aplikasinya sendiri gratis, saya akan memulai dari kebutuhan dasar terlebih dahulu dan baru mempertimbangkan pengeluaran jika alur penggunaan saya memang membutuhkan tambahan tertentu. Bagi pengguna kasual yang hanya sesekali bepergian, pendekatan ini lebih masuk akal daripada langsung membeli tanpa menguji kebiasaan pemakaian.

Siapa yang sebaiknya menggunakannya

Saya merekomendasikannya kepada pelancong yang sering kehilangan sinyal, pengemudi yang melewati rute panjang, orang yang menjelajah wilayah baru, serta pengguna yang ingin memiliki cadangan navigasi yang tidak sepenuhnya tergantung pada internet. Rating usia 3+ juga membuatnya mudah dipertimbangkan untuk penggunaan umum, selama orang dewasa tetap membantu anak memahami arah dan situasi di sekitar.

Aplikasi ini juga cocok bagi pengguna yang mau meluangkan waktu untuk menyiapkan perjalanan. Jika Anda senang memeriksa area sebelum berangkat dan memahami peta secara visual, manfaatnya akan lebih terasa. Sebaliknya, jika Anda ingin memasukkan alamat lalu menerima semua jawaban secara otomatis dan real-time, aplikasi peta online konvensional mungkin lebih sesuai.

Keputusan saya setelah menimbang kecepatannya

Yang paling menentukan bagi saya bukan janji bahwa semua hal akan terasa instan, melainkan hubungan langsung antara persiapan dan kelancaran penggunaan. Peta yang sudah tersedia mengurangi ketergantungan pada pemuatan lewat jaringan; peta yang belum disiapkan membuat aplikasi jauh kurang berguna saat koneksi sudah hilang. Karena itu, saya menilai kecepatan, kestabilan, dan pemulihan pengalaman terutama dari cara pengguna mengantisipasi perjalanan, bukan dari anggapan bahwa aplikasi dapat menyelesaikan semua masalah navigasi.

Setelah menggunakannya sebagai bagian dari alur dari rencana hingga tiba di tujuan, penilaian saya cukup positif. All-In-One Offline Maps bukan pengganti universal untuk setiap layanan navigasi, tetapi ia mengisi kebutuhan yang sangat jelas: menjaga peta tetap berguna ketika koneksi tidak bisa dijadikan sandaran. Rekomendasi saya: pasang dan siapkan sebelum perjalanan, bukan ketika masalah sudah terjadi.

Dengan pendekatan itu, hasil akhirnya bukan sekadar memiliki aplikasi tambahan. Saya mendapatkan rencana yang lebih siap, perpindahan antarbagian perjalanan yang lebih lancar, dan cadangan visual ketika jaringan berhenti membantu. Kekurangannya—terutama kebutuhan persiapan, pengelolaan area, dan keterbatasan informasi real-time—menjadi wajar selama saya memahami perannya. Untuk perjalanan yang membutuhkan ketahanan offline, aplikasi gratis dari Psyberia ini layak ditempatkan sebagai salah satu alat navigasi utama saya.

Kelebihan

  • Peta topografi dan satelit dapat diakses tanpa koneksi internet.
  • Mendukung impor rute, titik lokasi, dan trek dari berbagai format.
  • Cocok untuk hiking, bersepeda, memancing, serta aktivitas luar ruang.
  • Fitur navigasi membantu mengikuti jalur meski berada di area terpencil.
  • Peta offline dapat disimpan berdasarkan wilayah yang dipilih pengguna.

Kekurangan

  • Unduhan peta offline bisa membutuhkan ruang penyimpanan yang besar.
  • Antarmuka terasa cukup rumit bagi pengguna yang baru pertama kali mencoba.
  • Sebagian sumber peta atau fitur lanjutan mungkin memerlukan pembelian.
  • Akurasi data jalur bergantung pada sumber peta yang digunakan.
  • GPS tetap menguras baterai saat digunakan terus-menerus di lapangan.

FAQ untuk All-In-One Offline Maps

Apa itu All-In-One Offline Maps dan untuk siapa aplikasi ini cocok digunakan?

All-In-One Offline Maps adalah aplikasi peta yang memungkinkan pengguna menyimpan peta untuk digunakan tanpa koneksi internet. Aplikasi ini cocok bagi pendaki, pelancong, pengendara, pekerja lapangan, atau siapa pun yang sering berada di wilayah dengan sinyal lemah. Fitur pemetaan offline juga membantu menghemat kuota, terutama saat menjelajahi area terpencil atau ketika koneksi seluler tidak stabil.

Apakah All-In-One Offline Maps benar-benar dapat digunakan tanpa internet?

Ya, aplikasi ini dapat digunakan secara offline setelah area peta yang diperlukan diunduh terlebih dahulu ketika perangkat masih terhubung ke internet. Pengguna perlu memilih wilayah dan tingkat detail peta sesuai kebutuhan karena data peta bisa memerlukan ruang penyimpanan cukup besar. Tanpa persiapan tersebut, pencarian lokasi atau pemuatan peta baru mungkin tetap membutuhkan koneksi internet.

Apakah aplikasi ini mendukung navigasi GPS dan pelacakan lokasi?

All-In-One Offline Maps dapat memanfaatkan GPS perangkat untuk menampilkan posisi pengguna di atas peta, sehingga berguna untuk mengikuti rute, memeriksa arah perjalanan, atau mencatat jalur yang sudah dilewati. GPS pada dasarnya tidak memerlukan koneksi internet, tetapi akurasi dapat dipengaruhi kondisi cuaca, lingkungan, kualitas perangkat, serta keberadaan gedung atau pepohonan yang menghalangi sinyal satelit.

Berapa banyak ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk mengunduh peta offline?

Kebutuhan penyimpanan bergantung pada ukuran wilayah, jenis sumber peta, dan tingkat zoom yang dipilih. Peta untuk area kecil biasanya lebih ringan, sedangkan wilayah luas dengan detail tinggi dapat menghabiskan banyak ruang. Sebelum mengunduh, sebaiknya periksa kapasitas kosong perangkat dan gunakan Wi-Fi. Menghapus peta lama juga dapat membantu menjaga penyimpanan tetap lega.

Apakah All-In-One Offline Maps gratis dan apakah memiliki fitur berbayar?

Ketersediaan fitur gratis dan berbayar dapat berbeda menurut versi aplikasi, sistem operasi, serta kebijakan pengembang. Biasanya fungsi dasar seperti melihat peta atau menyimpan area tertentu dapat tersedia tanpa biaya, sementara fitur lanjutan mungkin memerlukan pembelian atau langganan. Periksa halaman resmi aplikasi sebelum mengunduh untuk mengetahui iklan, batasan penggunaan, pembelian dalam aplikasi, dan persyaratan terbaru.

All-In-One Offline Maps

All-In-One Offline Maps

Peta & Navigasi

Unduh dariGoogle Play

Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui offline-maps@psyberia.net, kunjungi http://www.offline-maps.net/, atau baca http://www.offline-maps.net/en/privacy mereka.

Unduhan Lain yang Disukai Banyak Orang

Pilihan dari Kategori yang Sama